Oleh: Darakma Bagi masyarakat Papua, Injil tidak sekadar dipahami sebagai narasi keagamaan atau peninggalan sejarah. Ia hadir sebagai terang yang…
Rap Medium Perlawanan, Tidak Ada Pengganti Nick Young Money di Merauke
Oleh: Yohanes Ukago Lirik romantis dan cinta dalam sejarah musik rap, semua rapper di Papua memproduksinya, berlangsung sejak genre musik…
Perempuan Amungme dan Kamoro Menangis Tanpa Suara
Di Tanah yang Terkoyak, Kami Mencari Mama di Sungai yang Keruh Diilustrasikan oleh: Julie Saumagne / JS.Moustique – Foto Mama Yosepha…
Pak Presiden, Ibu Saya Dibakar di Halaman Rumah: Sampai Kapan Negara Menembaki Rakyatnya Sendiri?
Sebuah Surat Ditulis Oleh: Antonia Hilaria Wandagau Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta…
Perjuangan Berbasis Teritorial Harus Kita Mulai
Oleh: Yauw Bhuyaka Terdapat beberapa hal fundamental yang menjadi catatan reflektif mendalam, dan kritik diri saya atas teror sistemik yang…
Cerpen Tan Malaka: Filsuf Pendidikan yang Tak Letih Mendidik Bangsanya
Oleh: Mikhail Adam Di sebuah pagi berdebu di Suliki, 1897, seorang bayi laki-laki lahir dengan mata yang, memberi isyarat mirip…
Apa itu Pemimpin dan Kepemimpinan dalam paradigma Apoist?
Dalam perjalanan intelektualnya, Abdullah Öcalan (Reber Apo) mengalami transformasi mendasar dalam cara ia memahami politik, “kepemimpinan”, dan struktur organisasi. Dalam…
Ulasan Refleksi Bia dan Kapak Batu: Tanah, Tubuh, dan Luka Gastro Kolonialisme di Papua
Novel Bia dan Kapak Batu karya Intan Andaru adalah cermin sosial yang merekam denyut nadi Papua melalui kehidupan sehari-hari masyarakatnya.…
Refleksi Membaca Buku Orang Hubula: Papua Sebatas Narasi
Air mata, keringat, dan darah yang mengalir pada torang. Uang, gelar, dan kehormatan untuk dorang. Tiba-tiba di beranda ig, terpampang…
