
KOALISI MASYARAKAT SIPIL USUT TUNTAS PELAKU PERCOBAAN PEMBUNUHAN BERENCANA DENGAN PENYIRAMAN AIR KERAS KEPADA ANDRIE YUNUS
Jakarta, 13 Maret 2026
Koalisi Masyarakat Sipil mengutuk dan mengecam keras serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.
Serangan keji dan pengecut tersebut menyebabkan Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada sekitar 24 persen tubuhnya, termasuk pada wajah, mata, dada, serta kedua tangan. Serangan dilakukan oleh dua orang pelaku yang secara sengaja mendekati korban dengan sepeda motor dan menyiramkan cairan kimia berbahaya secara langsung ke tubuh korban sebelum melarikan diri. Serangan ini terjadi hanya beberapa saat setelah Andrie Yunus menyelesaikan aktivitas advokasi publik, termasuk perekaman siniar (podcast) bertema remiliterisasi dan judicial review UU TNI di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Serangan ini menunjukkan indikasi kuat sebagai tindakan yang direncanakan dan dilakukan secara terorganisir. Cara pelaku menyiramkan cairan kimia berbahaya secara langsung ke bagian tubuh vital, termasuk wajah dan saluran pernapasan, menunjukkan bahwa tindakan tersebut bukan sekadar kekerasan biasa, melainkan berpotensi dimaksudkan untuk menghilangkan nyawa korban. Karena itu, kami memandang serangan ini sebagai dugaan kuat percobaan pembunuhan berencana yang harus diusut secara serius dan menyeluruh oleh aparat penegak hukum.
Serangan ini tidak dapat dilepaskan dari konteks kerja-kerja korban sebagai pembela HAM yang selama ini secara konsisten mengungkap penyalahgunaan kekuasaan, pelanggaran HAM, serta penyempitan ruang sipil di Indonesia. Dalam beberapa hari sebelum kejadian, korban juga telah menerima berbagai bentuk intimidasi, termasuk panggilan mencurigakan dari nomor tidak dikenal. Pola intimidasi semacam ini menunjukkan adanya upaya sistematis untuk menebar ketakutan terhadap mereka yang aktif melakukan kerja-kerja advokasi dan pembelaan hak asasi manusia.
Lebih jauh lagi, Andrie Yunus adalah salah satu anggota Komisi Pencari Fakta (KPF) yang selama lima bulan terakhir melakukan investigasi independen terhadap rangkaian demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025. Melalui kerja investigasi yang panjang, laporan KPF mengungkap berbagai temuan serius, termasuk penggunaan kekuatan yang tidak proporsional oleh aparat, penangkapan massal, dugaan penyiksaan, serta kriminalisasi aktivis dan warga sipil dalam skala yang luas. Rangkaian peristiwa Agustus 2025 sendiri menimbulkan setidaknya 13 korban jiwa dan ratusan warga sipil yang dikriminalisasi, serta menandai salah satu gelombang represi terbesar terhadap gerakan sipil sejak Reformasi.
Andrie Yunus sebelumnya juga melakukan protes keras terhadap proses pembahasan revisi UU TNI yang dinilai tidak transparan. Pada 15 Maret 2025, ia bersama Koalisi Masyarakat Sipil lain menerobos pintu ruang rapat di Hotel Fairmont Jakarta untuk menginterupsi pembahasan tertutup Rancangan Undang-Undang TNI antara pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap proses pembahasan yang tertutup bagi publik dan berpotensi menghidupkan kembali praktik dwifungsi militer.
Dalam konteks inilah, serangan brutal terhadap Andrie Yunus tidak dapat dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Koalisi Masyarakat Sipil menilai bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan serangan terhadap gerakan masyarakat sipil secara keseluruhan. Serangan ini harus dilihat sebagai bagian dari pola intimidasi terhadap pembela HAM dan upaya sistematis untuk membungkam mereka yang berani mengungkap fakta, menantang impunitas, mengkritik kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan. Negara tidak boleh berpura-pura tidak melihat konteks politik dari serangan ini. Jika pembela HAM bisa diserang secara brutal di ruang publik di ibu kota negara, maka ini menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan negara terhadap warga yang memperjuangkan keadilan serta betapa sempitnya ruang aman bagi kerja-kerja pembelaan HAM di Indonesia.
Karena itu, kami mendesak Negara untuk:
- Mengungkap dan bertanggung jawab dalam memberikan kejelasan terkait penanganan kasus dan langkah-langkah perlindungan terhadap masyarakat yang aktif menyuarakan pendapat, termasuk pembela HAM. Kami mengingatkan agar kasus ini tidak berakhir seperti banyak kasus teror dan kekerasan terhadap pembela HAM lainnya yang menguap tanpa kejelasan.
- Segera menangkap dan mengadili pelaku serta mengungkap semua pelaku yang terlibat dan aktor intelektual di balik serangan ini, bukan sekadar berhenti pada pelaku lapangan.
- Melakukan langkah-langkah konkret dalam menjamin keselamatan dan memberikan perlindungan nyata terhadap Andrie Yunus dan pembela HAM lainnya yang terus mendapatkan intimidasi dan kekerasan, tidak hanya sekadar memberikan pernyataan formal.
- Memastikan pemulihan secara menyeluruh, menjamin perawatan medis terbaik, dan rehabilitasi bagi korban dan keluarga korban atas serangan brutal yang dialaminya, termasuk mengganti seluruh kerugian materil ataupun immateriil.
Kami menegaskan bahwa teror terhadap satu pembela HAM adalah teror terhadap seluruh masyarakat sipil. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai pelaku dan pihak yang bertanggung jawab diadili dan dihukum seadil-adilnya. Tidak boleh ada ruang bagi teror terhadap pembela HAM di negara yang mengaku sebagai negara demokrasi.
Jakarta, 13 Maret 2026
Koalisi Masyarakat Sipil
Turut bersolidaritas per tanggal 13 Maret 2026 pukul 17.00 WIB:
Organisasi
- Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS)
- YLBHI
- Amnesty International Indonesia
- Institute for Criminal Justice Reform (ICJR)
- Greenpeace Indonesia
- Imparsial
- Trend Asia
- SAFEnet
- Public Virtue Research Institute
- LBH Jakarta
- LBH Banda Aceh
- JATAM (Jaringan Advokasi Tambang)
- Aceh Institute
- Aksi Kamisan
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
- Social Justice Indonesia
- Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
- Constitutional and Administrative Law Society (CALS)
- Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK)
- Yayasan Keadilan dan Perdamaian Indonesia (YKPI)
- Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA)
- Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI)
- Persekutuan Gereja
- Front Mahasiswa Nasional
- BEM STHI Jentera
- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia
- Aceh Initiative Movement
- Partai Hijau Indonesia (PHI)
- Perserikatan Solidaritas Perempuan (PSP)
- LHKP Pimpinan Pusat Muhammadiyah
- Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Muhammadiyah
- LBHAP Pimpinan Pusat Muhammadiyah
- Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA)
- Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (LSJ) FH UGM
- LHKP PW Muhammadiyah Aceh
- Pusat Studi Kebijakan Negara (PSKN) FH UNPAD
- Perempuan Mahardhika
- Mahkamah Mahasiswa UPN “Veteran” Jakarta
- Serikat Mahasiswa Hukum Bergerak (SEMARAK) Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jakarta
- AMAR Law Firm and Public Interest Law Office
- Mprog Media
- Lab Demokrasi
- Suara Ibu Indonesia
- Konde.co
- Lingkar Juang Karimunjawa
- Kolektif Semai
- Marsinah.id
- Ruangkota.com
- Perempuan Threads
- Artsforwomen Indonesia
- UNIQUEER
- Serikat Pekerja Kampus
- Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI)
- Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi (GMLK)
- LBH Masyarakat (LBHM)
- Koordinasi Purna Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI)
- Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI)
- Caksana Institute
- Forum Berbagi
- Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS)
- PuKAT Korupsi
- Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI)
- Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) wilayah Yogyakarta
- Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) wilayah Jabodetabek
- Kader Hijau Muhammadiyah
- Students For Liberty (SFL) Indonesia
- Yayasan Pantau
- Gerakan Indonesia Kita (GITA)
- Jakarta Feminist
- Paduan Suara GITAKU
- NocturNo
- Gerakan Sosial STF Driyarkara
- Bangsa Mahardika
- Kolektif Perempuan Gila
- Progresip.id
- Indonesia Corruption Watch (ICW)
- Yayasan Mama Aleta
- TKPT Indonesia
- Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (MUDA)
- Pegiat Kesehatan Masyarakat (SAFETY)
- Jerat Kerja Paksa
- Lingkar Studi Advokat (LSA)
- YAPPIKA
- Emancipate Indonesia
- Human Rights Working Group (HRWG)
- Humanis
- BERANDA MIGRAN
- WALHI Kepulauan Bangka Belitung
- Bumi Setara
- Aliansi UNJ Melawan
- Aksi Kamisan Bandung
- Asia Justice and Rights (AJAR)
- KPIP
- Migrant CARE
- Federasi Pelajar (FIJAR)
- Kawula17
- Komunitas Utan Kayu
- Yayasan Pusaka Bentala Rakyat
- Satya Bumi
- International Migrants Alliance – Asia Pacific
- Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)
- Indonesia Hapus Femisida
- Keluarga Besar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- Angkatan Muda Peduli Hukum UIN Jakarta
- Indonesian Young Greens
- Selamatkan Sangihe Ikekendage
- Konfederasi KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia)
- Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI)
- Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)
- Perkumpulan HuMa Indonesia
- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Tangerang Selatan
- Yayasan Suara Nurani Minaesa
- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
- ABC+ Kontrol Pekerja
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Timur (WALHI NTT)
- Inti Muda Indonesia
- Aliansi Laki-Laki Baru
- DPD GMNI DKI Jakarta
- Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK)
- Indonesian Matters
- Persatuan Buruh Migran (PBM)
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Barat
- Pemerhati Alam Independen – NTB
- Langkah Rinjani – NTB
- Wanapalan NTB
- DPC GMNI Jakarta Selatan
- Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC untuk Indonesia)
- PurpleCode Collective
- Pantau Gambut
- Arus Pelangi
- Kidung, Subang
- Forum Akar Rumput Indonesia (FARI)
- Kalyanamitra
- Lembaga Hikmah dan kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah
- SEKOLAH PEDALANGAN WAYANG SASAK
- BITRA INDONESIA
- Inti Muda DKI Jakarta
- Transparansi Internasional Indonesia
- Partai Pembebasan Rakyat (PPR)
- Aksi Kamisan Kaltim
- PEMBEBASAN
- Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP)
- Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
- Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN)
- BEM FISIP UI
- Indonesia RISK Centre
- Perkumpulan Pamflet Generasi
- Perkumpulan Sawit Watch
- Indonesian Parliamentary Center
- Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia
- Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
- Perkumpulan Rahima
- Yayasan Petrasa Sidikalang
- Perhimpunan Petani Organik Dairi (PPODA)
- Kelompok Tani Bersatu (KTB) Desa Sileuh leuh Parsaoran, Dairi
- Komunitas Literakyat
- YIFoS Indonesia
- Asosiasi LBH APIK Indonesia
- Yayasan Tifa
- Publish What You Pay (PWYP) Indonesia
- LaporIklim
- CENTRA Initiative
- Indonesia Last Week
- The Indah G Show
- Paralegal Muda LBH APIK Jakarta
- Just A Stick
- Bijak Memantau
- Perhimpun PATTIROS
- AJI Kota Ambon
- Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI)
- Epistema Institute
- Front Perjuangan Pemuda Indonesia Pimpinan Kota Yogyakarta
- Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN)
- Yayasan Auriga Nusantara
- TAPOL
- Kaum Muda Papua Progresif (KMP2)
- Papuansspeak
Individu
- Lukman Hakim Saifudin
- Pdt. Gomar Gultom
- Sulistyowati Irianto
- Alissa Wahid
- Laode M. Syarif
- Marzuki Darusman
- Maria Catarina Sumarsih, ortu korban Semanggi I – 13 November 1998
- Suciwati Munir
- Pdt. Jacky Manuputty
- Bivitri Susanti
- Andreas Harsono
- Pdt. Ronald R. Tapilatu
- M Busyro Muqoddas
- Herlambang P. Wiratraman
- Herdiansyah Hamzah
- Satria Unggul Wicaksana P
- Saiful Mahdi
- I Ngurah Suryawan
- Erry Riyana Hardjapamekas
- Ita Fatia Nadia
- Yanuar Nugroho
- A. Setyo WIbowo
- Goenawan Mohamad
- Ubedillah Badrun
- Henny Supolo Sitepu
- Tunggal Pramesti
- Sandra Hamid
- Sita Supomo
- Susi Dwi Harijanti
- Daniel Frits Maurits Tangkilisan
- Ika Ardina
- Silvia Putri Sigalingging
- Alif Iman Nurlambang (STF Driyarkara)
- Iva Kasuma
- Dian Septi Trisnanti
- Olin Monteiro
- Ina Irawati
- Yuli Riswati
- Feliks Erasmus Arga
- Wisnu Prasetya Utomo
- Wahyu Susilo
- Febriani Savitri
- Felix Baghi
- Sandie Elisabeth Monteiro
- Zainal Arifin Mochtar
- Andina Septia
- Nena Hutahaean
- Ferry Widodo
- Bunga Margareth Salsa
- Yulistyo Tedjo
- Mayadina Rohmi Musfiroh
- Avianti Armand
- Sri Murlianti
- Siti Maimunah
- Kanti W. Janis
- Arsenius Agung Boli Ama
- Valentina Utari
- Boy Jerry Even Sembiring
- Dhia Al Uyun
- Hariati Sinaga
- Surya Cenuk Sayekti
- Rafiqa Qurrata A’yun
- Imam Shofwan
- Isman Rahmani Yusron
- Mulyono Sri Hutomo
- Devi Adriyanti
- Andy Yentriyani
- Ni Putu Candra Dewi
- Zidane Heri Saputra
- Indiah Sari Kasmadini
- Hari Kurniawan
- Fitria Sumarni
- Siti Muniroh
- Muhammad Rayhan Raspati
- Uli Arta Siagian
- Amry Al Mursalaat
- Lia Siagian (Padus GITAKU)
- David Efendi
- Bodhi IA
- Rinto Leonardo S.
- Muhammad Naziful Haq
- Delima Silalahi
- Muhammad Arman
- Nikensari Setiadi
- Syahrul
- Kelana Wisnu Sapta Nugraha
- Rieswin Rachwell
- Audrey Verina Cungwin
- Nimrot Munte
- Monica Siregar
- Christina Yulita
- Rully Winata
- Echa Wao’de
- Yopin Pratama
- Ahmad Ashov Birry
- Abdul Latief Apriaman
- Dian Purnomo
- Surya Anta
- Theresia Iswarini
- Dhyta Caturani
- Julius Ibrani
- Efi Sri Handayani
- Willy Hamdani
- Amalia Puri Handayani
- Panca Saktiyani
- Sandra Moniaga
- Nursyahbani Katjasungkana
- Yuliana Ayu Cahyati
- Kohar Johan Tambunan
- Indah G
- Nurmalia Ika W
- Ainul Yaqin
- Dilla Anindita
- Ika Agustina
- Duat Sihombing
- Wanda Roxanne
- Fatia Maulidiyanti
- Ael Napitupulu
- Parid Ridwanuddin
- Pradarma Rupangy
- Azyl Azarrahman
- Lilis Sumilia
- Rozy Brilian Sodik
- Evi Narti Zain
- Lidwina
- Rusdi Marpaung
- Ikrar W.
- Arif Nugraha
- Vincent Leonardo
- Luky Djani
- Jesse Adam Halim
- Firda Amelya Malik
- Eva Sundari
- Dhini. M
- Venansius Haryanto
