
Foto: Suara Kaum Awam Katolik Papua
Oleh: Suara Kaum Awam Katolik Papua
Aksi ke-6 penolakan dukungan Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC (USMAN) terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tanah Anim-Ha, Selatan Papua. Aksi bisu dengan memegang spanduk berisi teguran berlangsung di Gereja Katolik Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Keuskupan Jayapura. Pada Minggu 22 Februari 2026 merupakan hari Minggu Prapaskah I. Pesta tahta Suci Santo Petrus, Santa Margaretha dari Cortona, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.
Bacaan Injil: Matius 4:1-11
Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti”.
Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”.
Iblis kemudian membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu”.
Yesus berkata kepadanya, Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!
Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada-Nya, “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku”.
Maka berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”.
Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Kami Suara Kaum Awam Katolik Papua merefleksikan:
1. Injil ini selalu dibacakan pada awal masa Prapaskah, seolah Gereja ingin mengingatkan kita bahwa perjalanan iman tidak pernah terlepas dari pergulatan batin, godaan, dan pilihan-pilihan mendasar yang menentukan arah hidup.
2. Setelah dibaptis, Yesus dituntun oleh Roh Kudus ke Padang Gurun dan berpuasa 40 hari 40 malam.
3. Saat Yesus lapar, Iblis pun memanfaatkan kondisi itu dan mencobai Yesus
Beberapa hal mendapatkan penekanan, yakni:
40 hari 40 malam berpuasa yang dilakukan oleh Yesus di padang gurun memiliki beberapa makna:
1. 40 hari 40 malam
- 40 hari 40 malam adalah waktu persiapan bagi Yesus sebelum memulai pelayanan-Nya. Ini menunjukkan bahwa Yesus siap menghadapi godaan dan tantangan yang akan datang.
- 40 hari 40 malam adalah waktu pengujian bagi Yesus. Iblis datang untuk mencobaNya, tetapi Yesus menolak setiap godaan.
- 40 hari 40 malam memiliki makna simbolik dalam Alkitab. Misalnya, banjir besar berlangsung selama 40 hari 40 malam (Kejadian 7:12), dan bangsa Israel berjalan di padang gurun selama 40 tahun (Bilangan 14:33).
- 40 hari 40 malam berpuasa juga terkait dengan Prapaskah, yaitu masa persiapan selama 40 hari sebelum Paskah. Selama Prapaskah, umat Katolik berpuasa dan berdoa untuk mempersiapkan diri menyambut Paskah.
Dalam konteks ini, 40 hari 40 malam berpuasa yang dilakukan oleh Yesus adalah contoh bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi godaan dan tantangan, serta memperkuat iman kita dalam menghadapi kesulitan.
2. Padang Gurun
- Padang gurun adalah tempat yang jauh dari keramaian dan isolasi, di mana Yesus dapat fokus pada doa dan persiapan-Nya.
- Padang gurun adalah tempat di mana Iblis datang untuk mencobai Yesus, menunjukkan bahwa Yesus siap menghadapi godaan dan tantangan.
- Padang gurun juga merupakan simbol kesulitan dan tantangan dalam hidup. Yesus menghadapi kesulitan dan godaan di padang gurun, menunjukkan bahwa kita juga dapat menghadapi kesulitan dalam hidup.
- Dalam Alkitab, padang gurun sering menjadi tempat di mana Allah bertemu dengan umat-Nya (misalnya, Musa di Gunung Sinai). Yesus juga bertemu dengan Allah di padang gurun, menunjukkan hubungan-Nya yang erat dengan Allah.
3. 3 Cobaan
Tiga cobaan yang dialami oleh Yesus di padang gurun memiliki arti:
1. Mengubah batu menjadi roti.
Iblis mencobai Yesus untuk menggunakan kekuasaan-Nya untuk memenuhi kebutuhan fisik, bukan untuk melayani Allah.Yesus menunjukkan bahwa hidup tidak hanya tentang kebutuhan fisik, tetapi tentang Firman Tuhan.
2. Melompat dari bubungan Bait Allah.
Iblis mencobai Yesus untuk menguji Allah dan membuktikan diri-Nya sebagai Anak Allah. Yesus menunjukkan bahwa kita tidak boleh menguji Allah, tetapi harus percaya pada-Nya dan mengikuti rencana-Nya.
3. Menyembah Iblis
Iblis mencobai Yesus untuk menyembah-Nya dan mendapatkan kekuasaan dunia. Yesus menunjukkan bahwa hanya Allah yang patut disembah, dan bahwa kekuasaan dunia tidak ada artinya dibandingkan dengan kekuasaan Allah.
Iblis mencobai Yesus untuk Mengutamakan kebutuhan fisik daripada kebutuhan spiritual, Menguji Allah dan membuktikan diri-Nya, Menyembah Iblis dan mendapatkan kekuasaan dunia.
Dari Refleksi ini, kami mengingatkan kepada Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC (USMAN) bahwa:
1. Dukungan USMAN terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) menunjukkan bahwa USMAN hanya Mengutamakan kebutuhan fisik daripada kebutuhan spiritual.
2. Dukungan USMAN terhadap PSN menunjukkan bahwa USMAN hendak menguji Allah dan membuktikan diri-Nya.
3. Dukungan USMAN terhadap PSN menunjukkan bahwa USMAN Menyembah Iblis demi dan untuk mendapatkan kekuasaan dunia.
Dari 3 hal ini, kami menegaskan lagi bahwa USMAN perlu melihat Tanah Anim Ha dan segala persoalan terkait PSN adalah Padang Gurun, tempat di mana:
1. USMAN fokus pada doa dan mempersiapkan diri untuk menghadapi Iblis PSN.
2. Iblis PSN datang untuk mencobai USMAN. USMAN mesti menunjukkan bahwa siap menghadapi godaan dan tantangan Iblis PSN.
3. Tanah Anim-Ha merupakan simbol kesulitan dan tantangan dalam hidup. USMAN mesti menghadapi kesulitan dan godaan PSN dan menunjukkan bahwa USMAN juga dapat menghadapi Iblis PSN
Dari aksi dan refleksi hari ini, kami menyatakan:
1). USMAN Segera klarifikasi Pernyataan Dukungan terhadap PSN di Tanah Anim-Ha, Selatan Papua.
2). Segera Ganti Uskup Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC
3). Vatikan, KWI dan Uskup-uskup di Papua segera lakukan investigasi dugaan Keterlibatan Pemimpin Hirarki Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak pada Ekosida, Spiritsida, Etnosida dan Genosida di Tanah Adat Anim-Ha, Selatan Papua.
4). Kami Umat Katolik Papua Masih Membutuhkan Uskup Orang Asli Papua di Tiga Keuskupan, yaitu:
(1). Keuskupan Agung Merauke
(2). Keuskupan Agats-Asmat
(3). Keuskupan Manokwari-Sorong
Salve
Syalom Kaverim
Suara Kaum Awam Katolik Papua
Stenly Dambujai
Chris Dogopia
