Masyarakat Kuyawage Menolak Kehadiran Militer Indonesia

Foto: Penyerahan dokumen tuntutan kepada aparat militer Indonesia

Oleh: Nenggerak kiwo

Berikut kami bagikan kabar dari medan juang. Silahkan dibaca dan bagikan. Berdasarkan sebuah video orasi yang kami lihat melalui media sosial. Terdapat beberapa alasan kenapa masyarakat Kuyawagi menolak kehadiran militer Indonesia? Salah satunya karena kampung ini merupakan tempat pengungsi dari berbagai wilayah kontak senjata di pegunungan, menetap berlindung. Tidak ada kombatan TPNPB di dalam kampung. Juga masyarakat mengaku trauma karena kehadiran aparat selalu saja diiringi dengan kekerasan. Menurut orator juga masyarakat Kuyawagi tidak membutuhkan pembangunan, mereka sudah hidup layak. Tidak ada orang miskin disini, mereka hidup tercukupi dengan menjalankan tradisi yang sudah diturunkan oleh nenek moyang orang Kuyawage.

Aksi damai yang dilakkan oleh Tim Penduli Daerah Kuyawage (TPDK) bersama penanggung jawab aksi berbagi tokoh atau elemen yang ada di Kuyawage yaitu, tokoh gereja, pemerintah, adat, masyarakat, pemuda, perempuan dan mahasiswa serta pelajar yang ada di Kuyawage. Oleh karena itulah maka beberapa pernyataan sikap yang dilakukan oleh tim bersama masyarakat Kuyawage kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau militer non-organik adalah sebagai berikut:

1. Menuntut presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto segera tarik militer non-organik dari daerah Kuyawage.
2. Hentikan perbudakan dan intimidasi terhadap warga sipil. (Menyuruh masyarakat mencari kayu bakar, membuat pagar dan parit).
3. Menolak segala bentuk pembagunan dari militer non-organik di daerah Kuyawage.
4. Menolak membangun pos TNI permanen di daerah Kuyawage tanpa mengetahui masyarakat adat.
5. Menolak ada penambahan pos lagi di daerah Kuyawage.
6. Menolak pergantian militer non-organik di daerah Kuyawage.
7. Menolak membuka sekolah gratis oleh TNI tanpa mengetahui dinas pendidikan riset dan teknologi
8. Hentikan merusak bangunan sekolah, puskesmas dan bangunan warga sipil.
9. Daerah Kuyawage adalah seutuhnya mempersembahkan untuk tempat pengungsi bukan daerah operasi militer.

Dengan demikian surat pernyataan sikap kami atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih dan Tuhan Yesus akan memberkati.

Kuyawage 20 Januari 2026

TIM PENDULI DAERAH KUYAWAGE

KETUA: WENDA MURIB

SEKERTARIS: ELIS TELENGGEN

PENAGUNG JAWAB AKSI DAMAI:
1. Toko gereja
2. Toko pemerintah
3. Toko adat
4. Toko masyarakat
5. Toko pemuda
6. Toko mahasiswa serta pelajar

Catatan Permohonan
1. Aspirasi masyarakat Kuyawage telah kami laporkan kepada lembaga legislatif pemerintah kabupaten Lanny Jaya Bapa Mutius Telenggen anggota DPR dari Kuyawage. Bapak Nepius Murib komisi II kabupaten Nduga dan Bapak Ironi Kogoya angota DPRD di tingkat provinsi Untuk mendorong aspirasi atau isi hati masyarakat Kuyawage agar harapan masyarakat bisa terwujud.
2. Aspirasi masyarakat Kuyawage, kami ajukan juga kepada tokoh intelektual agar mendorong ke pihak penyebaran berita media lokal dan resmi agar aspirasi ini bisa dapat diketahui oleh publik.
3. Kami tim penduli daerah kuyawage mengharapkan kepada semua pihak bahwa, aspirasi masyarakat ini kami mendorong sama-sama untuk publikasikan ke media atau grup manapun agar semua pihak diketahui.

More From Author

Apa itu Pemimpin dan Kepemimpinan dalam paradigma Apoist?

Tinggalkan Balasan